Penurunan NTP itu disebabkan turun indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar jika dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai Tukar Petani Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juli 2016 mengalami penurunan dari  103,74 persen menjadi 102,01 persen.

"Penurunan NTP itu disebabkan turun indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar jika dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel Darwis Sitorus, di Pangkalpinang, Rabu.

Subsektor yang mengalami penurunan NTP yaitu tanaman perkebunan rakyat 2,84 persen, dan tanaman pangan 1,48 persen, sedangkan subsektor hortikultura naik 0,09 persen, peternakan 0,78 persen, dan subsektor perikanan 0,90 persen.

"Penurunan kedua NTP tersebut menunjukkan bahwa andil subsektor tersebut cukup besar mempengaruhi angka NTP Babel," ujarnya.

Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) pada Juli 2016 mengalami penurunan sebesar 1,02 persen dibandingkan dengan It Juni 2016, yaitu dari 122,73 menjadi 121,48.

"Penurunan itu terjadi karena turunnya It pada dua subsektor, sedangkan tiga subsektor lainnya mengalami peningkatan," ujarnya lagi.

It subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 2,14 persen, dan tanaman pangan 0,83 persen, sedangkan It hortikultura naik sebesar 0,74 persen, peternakan 1,19 persen dan perikanan 1,42 persen.

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Juli 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen bila dibandingkan Juni 2016 yaitu dari 118,30 menjadi 119,08.

Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya Ib di seluruh subsektor. Subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,66 persen, hortikultura 0,65 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,72 persen, peternakan 0,41 persen, dan subsektor perikanan sebesar 0,51 persen.

Pewarta: Mulki
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026