Kenaikan itu dikarenakan adanya peningkatan produksi crude palm oil beserta ikutannya dan produksi timah batangan.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II (April-Juni) 2016 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik sebesar 5,57 persen terhadap triwulan I/2016.

Naiknya produksi industri manufaktur besar sedang pada triwulan itu disebabkan oleh jenis industri makanan yang meningkat hingga sebesar 5,96 persen dan industri logam dasar naik sebesar 2,97 persen.

"Kenaikan itu dikarenakan adanya peningkatan produksi crude palm oil beserta ikutannya dan produksi timah batangan," kata Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan, secara nasional pada triwulan II/2016 pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang juga mengalami kenaikan sebesar 3,54 persen terhadap triwulan I/2016.

Sementara itu, pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil (IMK) triwulan II/2016 di Babel turun sebesar 1,20 persen terhadap triwulan I/2016.

"Penurunan itu dikarenakan turunnya industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 20,84 persen, dan industri pakaian jadi 11,89 persen," ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor industri mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional maupun regional. Nilai tambah yang dihasilkan dari sektor tersebut mempunyai kontribusi yang besar terhadap naik turunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Sumber data yang digunakan dalam melihat kinerja IMK adalah hasil survei industri mikro dan kecil yang dilakukan seara rutin setiap triwulan pada beberapa perusahaan IMK di Babel," ujar dia.


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026