Pasang air laut dipengaruhi oleh tiupan angin yang kencang dan bisa berubah kapan saja.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pasang air laut di perairan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Minggu (28/8) diprakirakan meningkat dibanding sebelumnya.

"Pasang air laut dipengaruhi oleh tiupan angin yang kencang dan bisa berubah kapan saja," kata Staf Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Rizki Adzani, Sabtu.

Pasang air laut di Membalong Kabupaten Belitung diprakirakan meningkat menjadi 2,38 dari sebelumnya 2,24 meter, di Sungailiat Bangka 2,28 dari sebelumnya 1,98 meter, di Toboali Bangka Selatan 2,10 dari sebelumnya 2,02 meter, 
    
Kemudian di Kelapa Kampit menjadi 2,00 dari sebelumnya 1,91 meter, dan di Mentok Kabupaten Bangka Barat 1,59 dari sebelumnya 1,14 meter, dan Belinyu Kabupaten Bangka menjadi 1,53 meter dari sebelumnya 1,21 meter.

Sementara itu tinggi gelombang di jalur penyeberangan di Selat Bangka diperkirakan sekitar 0,5 meter, di Selat Gelasa dan Utara Bangka masing-masing 0,75 meter, dan di Selatan Bangka serta Selat Karimata 1,25 meter.

"Ketinggian gelombang maksimum dapat mencapai dua kali dari ketinggian gelombang signifikan, maka itu diimbau agar membawa alat keselamatan jika hendak berlayar," ujarnya.

Ia menjelaskan, daratan di Mentok, Sungailiat, dan Toboali berpotensi hujan dengan intensitas sedang, sementara di Jebus, Belinyu, Pangkalpinang, Koba, Sungai selan, Tanjungpandan, Manggar, dan Selat Nasik.

"Waspadai kondisi cuaca yang cepat berubah terutama dalam skala lokal," ujarnya.



Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026