"Dalam tiga hari terakhir petani yang menjual lada meningkat tajam mencapai 130 kilogram per hari, padahal sebelumnya transaksi hanya 50 hingga 80 kilogram saja per hari,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Transaksi lada putih di tingkat pedagang pengumpul Kota Pangkalpinang, naik karena panen lada yang tengah berlangsung dan meningkatnya kebutuhan petani selama puasa Ramadhan 1434 Hijriyah.
"Dalam tiga hari terakhir petani yang menjual lada meningkat tajam mencapai 130 kilogram per hari, padahal sebelumnya transaksi hanya 50 hingga 80 kilogram saja per hari," kata Ellan, pedagang pengumpul lada putih di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin.
Ia mengatakan, saat ini, petani lada dari Tempilang, Tua Tunu, Koba (Bangka), Muntok dan daerah lainnya ramai yang menjual hasil panen lada untuk membeli kebutuhan keluarganya selama puasa Ramadhan.
Ia menjelaskan, meningkatnya transaksi lada belum disertai dengan kenaikan harga lada, di mana saat ini, harga lada masih bertahan Rp82.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp85.000 per kilogram.
"Diperkirakan turunnya harga lada putih karena dipengaruhi harga lada di pasar dunia seiring krisis ekonomi yang melanda negara-negara tujuan ekspor lada putih Bangka (Bangka white pepper)," ujarnya.
Menurut dia, diperkirakan transaksi lada putih selama puasa hingga lebaran nanti akan terus meningkat seiring masa panen dan meningkatnya kebutuhan petani selama puasa dan menyambut lebaran.
"Sementara itu, diperkirakan harga lada putih masih akan bertahan karena biasanya saat pasokan meningkat harga komoditas sulit untuk naik," ujarnya.
Edi Supratman, pedagang pengumpul lainnya mengatakan, transaksi lada putih dari hari ke hari mulai menujukkan peningkatan karena panen lada yang tengah berlangsung.
"Meskipun harga lada mengalami penurunan petani terpaksa menjual lada karena kebutuhan selama puasa cukup tinggi dibanding hari-hari biasanya, seperti membeli bahan pokok, perabotan rumah dan kebutuhan menyambut lebaran lainnya," ujarnya.
Syukri, petani lada mengatakan, saya sengaja menjual lada untuk membeli kebutuhan rumah tangga, namun saya agak kecewa karena harga lada yang masih kurang memadai padahal sebelumnya harga lada cukup tinggi mencapai Rp90.000 per kilogram.
"Saya sangat berharap agar harga lada kembali naik karena biaya untuk berkebun lada tinggi, seiring naiknya harga bibit, junjung penyangga batang lada dan obat-obatan," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.