Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat pada Agustus 2016 Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,93 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 129,73 dari sebelumnya 128,54.
"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada enam kelompok pengeluaran. Hanya kelompok kesehatan yang mengalami deflasi sebesar 0,02 persen," kata Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Kamis.
Indeks kelompok bahan makanan naik sebesar 1,94 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,48 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,42 persen, sandang 0,03 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 2,78 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,22 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2016 yaitu ikan selar, angkutan udara, sawi hijau, bawang merah, tempe, tarif sekolah dasar, ikan dencis, tarif sekolah menengah pertama, tarif listrik dan tahu mentah.
Sedangkan yang mengalami penurunan harga yaitu ayam hidup, ikan tenggiri, tarif pulsa ponsel, kacang panjang, wortel, kerisi, singkong, ikan bulat, beras, daging ayam ras.
Ia menjelaskan, inflasi di Pangkalpinang merupakan yang tertinggi dari 23 kota-kota IHK di Pulau Sumatera, sedangkan yang terendah yaitu di Dumai 0,05 persen dengan IHK 125,11.
"IHK merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat perubahan harga khususnya di daerah perkotaan, perubahan tersebut dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga," jelasnya.
Menurut dia, inflasi sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi dan ketersediaan berbagai kebutuhan rumah tangga yang tentu saja berimbas langsung terhadap tingkat harga, serta kebijakan pemerintah akan sktor strategis seperti bahan bakar minyak, tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga.
"Tingkat permintaan konsumen yang dipengaruhi faktor musiman seperti hari raya dan liburan sekolah juga memberikan dampak yang cukup signifikan terjadinya inflasi," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.