Tinggi gelombang masih cukup aman, namun diharapkan nelayan dan pengguna jasa angkutan laut harus tetap waspada karena bisa berubah kapan saja.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang memprakirakan pada Sabtu (3/9) tinggi gelombang laut di perairan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung aman karena embusan angin yang cukup tenang.
"Tinggi gelombang masih cukup aman, namun diharapkan nelayan dan pengguna jasa angkutan laut harus tetap waspada karena bisa berubah kapan saja," kata Staf Koordinator Unit Analisis BMKG di Pangkalpinang Nur Setiawan, Jumat.
Tinggi gelombang signifikan di Selat Bangka, Selat Gelasa, Selatan Bangka, dan utara Bangka masing-masing 0,5 meter, sedangkan di Selat Karimata berkisar 0,75 meter dengan kecepatan angin rata-rata berkisar antara 8-32 kilometer per jam dari Timur ke Selatan.
Ia mengimbau agar nelayan dan jasa angkutan transportasi laut untuk tetap waspada dan jangan lupa membawa perlengkapan keselamatan sebagai antisipasi dini dalam menghadapi bahaya di laut.
"Pasang dan ketinggian air laut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung arah dan kecepatan angin yang bertiup, bahkan ketinggian gelombang dapat mencapai dua kali lipat dari sebelumnya," ujarnya lagi.
Dia mengatakan, rata-rata daratan di provinsi ini masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan, kecepatan angin 6-25 kilometer per jam, suhu 24-33 derajat celsius dan kelembaban udara 60-95 persen.
"Berdasarkan pantauan satelit cuaca seluruh daratan kabupaten/kota di provinsi ini hanya berpotensi hujan ringan, meskipun demikian diharapkan warga tetap waspada karena cuaca dapat berubah kapan saja terutama dalam skala lokal," ujarnya.
Menurut dia, kondisi cuaca saat ini tidak menentu bisa berubah kapan saja, maka itu nelayan atau pun warga yang bekerja di daratan diimbau untuk waspada terhadap kondisi cuaca.
"Kondisi cuaca sekarang tidak menentu, bisa saja paginya cuaca cerah kemudian sore hujan turun," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.