Jakarta (Antara Babel) - Ketua DPR, Ade Komaruddin meyakini bahwa calon kepala Badan Intelijen Negara, Komjen Polisi Budi Gunawan, memiliki kemampuan memimpin institusi intelijen tersebut karena kemampuannya sudah teruji.

"Saya percaya beliau (BG) memiliki kapasitas untuk itu (memimpin BIN)," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Dia menilai kapasitas BG selama ini sudah teruji selama berkarir di Kepolisian, dan jabatan terakhir sebagai Wakil Kapolri. Menurut dia, DPR akan memproses pencalonan itu dengan baik dan lancar sesuai harapan semua pihak.

"Sekali lagi, AKD (alat kelengkapan dewan) akan memprosesnya dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan," ujarnya.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai Presiden Joko Widodo memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa yang menjadi pembisik utamanya.

Menurut dia, kepala BIN merupakan "mata" dan "telinga" Presiden sehingga sosok KaBIN harus orang kepercayaan Presiden.

"Karena itu pertimbangan mengangkat kepala BIN cenderung tertutup, DPR hanya menguji dalam uji kelayakan dan kepatutan," katanya.

Fahri mengatakan terkait sosok BG yang kontroversial, dirinya percaya bahwa Presiden sudah berkomunikasi intensif dengan BG.

Selain itu menurut dia, terkait masa lalu BG yang pernah diloloskan sebagai Kapolri namun tidak jadi dilantik, dirinya menilai itu sudah dituntaskan di tingkat Presiden.

"Saya pikir Presiden tidak mau ambil risiko tanpa bicara lebih dulu," ujarnya.


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026