Turunnya kedua NTP tersebut menunjukkan bahwa andil subsektor tersebut cukup besar mempengaruhi angka NTP Babel.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Agustus 2016 mengalami penurunan 1,30 persen dibanding sebelumnya dari 102,01 menjadi 100,69.
"Turunnya NTP disebabkan turunnya dua subsektor sedangkan tiga lainnya mengalami peningkatan," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.
Subsektor yang mengalami penurunan NTP yaitu tanaman perkebunan rakyat 1,84 persen dan tanaman pangan 0,74 persen, sedangkan subsektor hortikultura naik 0,32 persen, peternakan naik 0,84 persen, dan subsektor perikanan naik 0,13 persen.
"Turunnya kedua NTP tersebut menunjukkan bahwa andil subsektor tersebut cukup besar mempengaruhi angka NTP Babel," ujarnya.
Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) pada Agustus 2016 mengalami penurunan sebesar 1,12 persen dibandingkan dengan It Juli 2016, yaitu dari 121,48 menjadi 120,11.
"Penurunan itu terjadi karena turunnya It pada dua subsektor, sedangkan tiga subsektor lainnya mengalami peningkatan," ujarnya.
It subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,71 persen, dan tanaman pangan turun sebesar 0,54 persen, sedangkan It hortikultura naik sebesar 0,52 persen, peternakan 1,06 persen dan perikanan 0,30 persen.
Semantara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Agustus 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen bila dibandingkan Juni 2016 yaitu dari 119,08 menjadi 119,30. Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya Ib diseluruh subsektor.
Subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,20 persen, hortikultura 0,19 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,17 persen, peternakan 0,22 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,16 persen.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.