Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung menggunakan metode "lifeskill" dalam upaya untuk mencegah dan menekan prevalensi penyalahguna narkoba di daerah itu.
Ketua Tim Penyuluh Metode "Lifeskill" BNNP Bangka Belitung, Eko Sumartono di Pangkalpinang, Minggu, mengatakan metode tersebut baru dikembangkan dalam melakukan penyuluhan khususnya di sekolah-sekolah.
"Dalam metode ini penyuluhan yang biasa menggunakan cara ceramah dengan narasumber memaparkan dan peserta mendengarkan lalu tanya jawab, diubah sedemikian rupa hingga penyuluhan menjadi interaksi dua arah dengan materi yang lebih spesifik berkaitan dengan 'lifeskill'," katanya.
Dikatakannya, metode itu hanya melibatkan kelompok peserta sekitar 30 hingga 40 orang dalam kelas kecil karena lebih mengedepankan interaksi antara peserta dan fasilitator dari BNNP.
Ia menyebutkan, metode tersebut dimulai dengan "Ice Breaking", "Game", "Role Play", melihat film pengambilan keputusan hingga tanya jawab. Dia berharap dengan interaksi antara peserta lebih banyak dan adanya komunikasi dua arah, materi yang disampaikan akan lebih dapat dipahami.
"Intinya tujuan dari penyuluhan adalah untuk menimbulkan rasa ingin tahu, lalu mereka mengerti dan paham akan materi dan terakhir diharapkan mereka melakukan tindakan dalam hal ini menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dengan cara dapat mengambil keputusan yang tepat," ujarnya.
Ia mengatakan, metode itu merupakan inovasi dari Kepala BNNP Kepulauan Babel Ardhie Subandri. Dengan penyesuaian berdasarkan karakter dan budaya setempat, pihaknya berkerja sama dengan dua sekolah yaitu SMK PGRI dan SMAN 1 Pangkalpinang untuk menguji coba metode ini.
"Hasil kegiatan ini akan dievaluasi sehingga diharapkan ke depan dapat diterapkan pada penyuluhan ¿ penyuluhan yang akan dilakukan baik oleh BNNP atau BNNK," katanya.
Dikatakannya, metode "lifeskill" ini telah diterapkan oleh UNODC di beberapa negara diantaranya adalah Filipina. Materi yang disampaikan berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti pengambilan keputusan, komunikasi efektif, memilih pergaulan, pembentukan karakter atau lainnya.
"Dengan materi yang beragam dan berkaitan dengan keseharian diharapkan peserta dapat mengaplikasikan materi dengan mudah. Materi-materi ini dapat diterapkan dengan pola yang berkesinambungan sehingga dapat digabungkan dengan kurikulum sekolah. Ke depannya akan dilakukan evaluasi dan pengembangan lagi sehingga efek dari penyuluhan dapat terlihat dan dirasakan langsung oleh peserta," ujarnya.
Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.