Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok gula pasir di tingkat distributor di Provinsi Bangka Belitung sebanyak 1.335 ton, dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama dua bulan ke depan.


"Berdasarkan hasil pantauan petugas pada Senin (22/7) di lima gudang distributor sembako, stok gula pasir cukup berlimpah untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadhan dan Idul Fitri," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Husni Tamrin di Pangkalpinang, Selasa.


Ia menjelaskan, dari 1.355 ton gula pasir tersebut tersebar di gudang distributor sembako PT Bina Purnama Bersama sebanyak 350 ton, PT Globus Internusa sebanyak 300 ton, Bangka Alam Sejahtera sebanyak 120 ton, UD Mawar Jaya sebanyak 375 ton, Akon sebanyak 70 ton dan  stok gula pasir di gudang CV As sebanyak 140 ton.


"Stok gula pasir ini akan terus bertambah hingga Lebaran nanti karena pasokan kebutuhan warga ini didatangkan secara kontinue, sehingga warga tidak perlu kuatir akan kekurangan stok dan kenaikan harga gula pasir," ujarnya.


Ia mengatakan, dalam sepekan terakhir ini, harga gula pasir masih bertahan tinggi Rp12 ribu per kilogram karena naiknya biaya transportasi barang dari daerah asal barang, sebagaidampak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan lalu.


"Kenaikan harga gula pasir ini juga karena harga gula di daerah produksi yang tinggi sebagaidampak penurunan produksi pabrik gula di Pulau Jawa dan Sumatera dan naiknya biaya produksi," ujarnya.


Ia mengatakan, saat ini, cuaca di perairan sudah kembali membaik dan aman untuk pelayaran kapal laut, sehingga pedagang tidak lagi kesulitan untuk menambah pasokan gula pasir untuk memenuhi konsumsi warga yang cukup tinggi.


"Kami mengimbau pelaku usaha untuk terus menambah pasokan untuk mengantisipasi gangguan cuaca di perairan yang sulit diprediksi.


"Kami juga berharap pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi yang memberatkan ekonomi warga kurang mampu menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.


Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026