"Pantauan petugas di sejumlah pasar tradisional pada Senin (22/7), stok beras cukup berlimpah karena pasokan di daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Thamrin di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan, dari 4.310 ton beras tersebut tersebar di sejumlah gudang distributor yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung dan Kota Pangkalpinang, dengan rincian, stok beras di PT Bina Purnama Bersama sebanyak 700 ton.
Stok beras di gudang PT. Bangka Alam Sejahtera 350 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 200 ton, gudang Bulog 2.300 ton, Toko Hartono 25 ton, Toko Kim Nyuk 60 ton, UD Mawar Jaya Belitung 400 ton, CV AS sebanyak 15 ton dan PT Globus Internusa sebanyak 225 ton.
"Diperkirakan stok beras cukup dan harga beras akan tetap bertahan tinggi karena pasokan beras dilakukan secara kontinyu, apalagi sebagian besar daerah sentra produksi padi sudah panen raya," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini, harga beras berbagai merek kualitas baik masih bertahan normal Rp11.000 per kilogram dari harga sebelumnya sempat mencapai Rp10.000 per kilogram.
Harga beras bertahan tinggi karena tingginya biaya transportasi barang dari daerah asal barang, sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan lalu," ujarnya.
Menurut dia, untuk mengantisipasi kekurangan stok beras dan bahan sembako lainnya akibat cuaca buruk di perairan Babel dan penurunan produksi di daerah asal, pihaknya meningkatkan dan menambah jumlah pasokan barang dari luar daerah.
"Kami terus berupaya untuk mengantisipasi kekurangan stok dengan mengeluarkan surat edaran agar pedagang terus menambah volume pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera, misalnya, pedagang hanya memasok beras hanya 10 ton per minggu ditingkatkan menjadi 15 hingga 20 ton per minggu," ujarnya.
Ia mengatakan, langkah antisipasi ini penting, karena Babel merupakan wilayah kepulauan yang mengandalkan pasokan berbagai kebutuhan pokok warga dari luar provinsi.
"Saat ini, hasil pertanian petani masih kurang dan belum mampu memenuhi permintaan beras warga yang cukup tinggi," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.