Saat ini stok gula pasir di sejumlah gudang distributor mencapai 405 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga gula pasir kiloan tingkat distributor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami turun menjadi Rp15.000 dari harga sebelumnya Rp16.000 per kilogram, karena stok dan pasokan dari Pulau Jawa lancar.

"Saat ini stok gula pasir di sejumlah gudang distributor mencapai 405 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan meski stok gula pasir cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dua bulan kedepan, namun belum mempengaruhi harga gula pasir kemasan yang masih bertahan Rp15.000 per kilogram.

"Penurunan harga gula pasir kiloan ini cukup membantu ekonomi masyarakat yang sedang melesu, karena harga karet, lada putih dan hasil tambang yang masih rendah," ujarnya.

Ia mengatakan kenaikan harga gula pasir beberapa bulan terakhir cukup tinggi dan memberatkan ekonomi masyarakat.  Dalam dua bulan terakhir harga gula pasir kiloan dari Rp11.000 terus merangkak naik ketingkat Rp16.000 per kilogram.

"Mudah-mudahan harga gula pasir ini kembali normal, sehingga ini dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya.

Menurut dia untuk menekan kenaikan harga tinggi, pihaknya terus melakukan pengawasan dan sidak ke gudang distributor dan pedagang pengecer, untuk mencegah penimbunan kebutuhan pokok itu.

"Seharusnya kondisi stok cukup ini dapat menekan kenaikan harga gula pasir. Untuk itu, melalui sidak ini akan diketahui apa penyebab harga gula pasir ini masih tinggi," ujarnya.

Ia mengimbau pedagang pengecer tidak menaikkan harga gula pasir terlalu tinggi, mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang masih melesu," imbauannya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026