"Mari kita doakan almarhum diterima di sisi Allah di tempat yang baik, karena beliau memang orang yang baik kepada siapa saja,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Kepala Diskominfo Provinsi Bangka Belitung (Babel) KA Tajuddin mengimbau warga untuk mengelar shalat gaib dan mendoakan almarhum H Eko Maulana Ali, Gubernur Bangka Belitung yang meninggal dunia.
"Bagi warga yang tidak sempat melayat ke rumah duka diharapkan untuk menyelenggarakan shalat gaib di masjid dan semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT," katanya di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, Pemprov Babel sangat kehilangan dengan wafatnya Eko Maulana Ali di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Jakarta, Selasa dini hari, sekitar pukul 00.35 WIB karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya.
"Mari kita doakan almarhum diterima di sisi Allah di tempat yang baik, karena beliau memang orang yang baik kepada siapa saja," ujarnya.
Ia menjelaskan, jenazah Eko Maulana Ali yang juga mantan Bupati Bangka itu diberangkatkan dari Jakarta menuju Pangkalpinang pada pukul 09.00 WIB.
"Jenazah dijadwalkan tiba Bandara Depati Amir Pangkalpinang sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah dinas gubernur di Jalan Pulau Bangka Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Bangka Belitung di Air Itam, Pangkalpinang," ujarnya.
Setelah disemayamkan di rumah duka, pada pukul 11.30 WIB jenazah akan dibawa ke Masjid Jami' Pangkalpinang untuk dishalatkan dan usai shalat Dzuhur jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pawitralaya, Pangkalpinang.
Almarhum lahir pada 26 September 1951 di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung dan meninggal dunia pada usia 61 tahun.
DR. Ir. Eko Maulana Ali, Msc adalah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2007-2012 dan 2012-2017. Ia terpilih menjadi gubernur menggantikan Hudarni Rani pada pilgub 2007.
Pada pilkada 2007 ia sempat bertarung dengan mantan Bupati Beltim Basuki Tjahaja Purnama yang kini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Sebelumnya almarhum pernah menjabat sebagai Bupati Bangka, juga selama hampir dua periode.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.