"Kenaikan NTP-Pr sebesar 0,07 persen menggambarkan naiknya NTP-Pr yang disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani (IT) lebih besar dibandingkan perubahan indeks harga yang dibayar petani (IB)," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Teguh Pramono di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, kenaikan yang terjadi pada IT terjadi karena indeks pada subkelompok tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,01 persen dengan pemicu utama naiknya indeks beberapa komoditi antara lain lada atau merica.
Sedangkan penurunan pada IB terjadi karena adanya penurunan indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar 0,12 persen dari 128,73 menjadi 128,57 dan kenaikan indeks pada kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,19 dari 113,26 menjadi 113,48.
Sementara itu, nilai tukar petai pada subsektor peternakan (NTP-Pt) pada November 2012 mengalami penurunan indeks dari 95,62 menjadi 95,08 atau terjadi penurunan sebesar 0,56persen.
"Penurunan NTP-Pt menggambarkan turunnya NTP-Pr yang disebabkan perubahan IT lebih kecil dibandingkan perubahan IB," ujarnya.
Ia mengatakan, penurunan yang terjadi pada IT karena turunnya indeks pada subkelompok ternak besar sebesar 0,66
persen, subkelompok ternak kecil sebesar 0,76 persen dan subkelompok unggas sebesar 0,71 persen dengan pemicu utama turunnya indeks beberapa komoditi antara lain sapi potong dalam bentuk ternak besar, babi (ternak kecil) dan ayam atau unggas.
Sedangkan penurunan yang terjadi pada IB karena adanya penurunan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,21
persen dari 126,36 menjadi 126,09 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,22 persen dari 104,32 menjadi 104,55.
Nilai tukar petani untuk subsektor perikanan (NTP-Pi)
pada November 2012 mengalami penurunan indeks dari 90,16 menjadi 89,47 atau sebesar 0,76 persen.
"Penurunan ini terjadi karena perubahan IT lebih kecil dibandingkan perubahan IB," ujarnya.
Ia menjelaskan, penurunan yang terjadi pada IT, karena indeks pada subkelompok penangkapan turun sebesar 0,94 persen dengan pemicu utama turunnya indeks beberapa komoditi antara lain pari, ekor kuning dan selar.
Sedangkan penurunan yang terjadi pada IB karena adanya penurunan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,32 persen dari 127,44 menjadi 127,03 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,10 persen dari 105,77 menjadi 105,88.
Editor : Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.