Letusan gunung berapi ini memuntahkan debu vulkanik setinggi 11.000 meter ke angkasa.
Polisi dan pemerintah setempat menyatakan tidak ada korban akibat letusan gunung berapi yang dimulai pukul 1:46 Sabtu dini hari (Jumat 23.36 WIB lalu) itu. Gunung di Prefektur Kumamoto itu bertinggi 1.592 dari permukaan laut.
Ini adalah letusan eksplosif pertama sejak Januari 1980.
Badan Meteorolgi Kepang menaikkan status awas gunung berapi pada level 3 dari skala 5, dengan memerintahkan orang tidak mendekati gunung itu dan memperingkatkan tertimpa batu vulkanik, selain mengingatkan debu vulkanik di 10 prefektur.
Gunung Aso adalah salah puncak paling aktif di Jepang, tetapi juga tempat populer untuk mendaki.
Jepang berada tepat di "Cincin Api" dan tempat bagi 100 gunung berapi aktif, demikian Reuters.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.