Stok gula pasir cukup dan harga masih bertahan stabil Rp14.000 per kilogram.Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok gula pasir di sejumlah gudang distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 637 ton atau cukup hingga dua bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.
"Stok gula pasir cukup dan harga masih bertahan stabil Rp14.000 per kilogram," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan sebanyak 637 ton gula pasir itu tersebar di gudang distributor sembako PT Bina Purnama Bersama 55 ton, PT Gloubus Internusa Belitung 80 ton, Bulog 250 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 43 ton, UD Mawar 50 ton, Akon 34 ton dan CV Bangka Putra Persada 125 ton.
"Diperkirakan stok gula pasir ini akan terus bertambah, karena kebutuhan pokok masyarakat ini didatangkan secara kontinyu dari Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.
Ia memastikan stok gula pasir cukup hingga Tahun Baru 2017 dan harga akan bertahan stabil bahkan cenderung mengalami penurunan, sehingga masyarakat tidak perlu kuatir akan terjadi kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru nanti.
"Biasanya harga gula pasir ini mengalami kenaikan menjelang peringatan hari besar agama, karena meningkatnya permintaan masyarakat untuk memeriahkan hari keagamaan itu," ujarnya.
Menurut dia saat ini permintaan gula pasir masyarakat normal yang didominasi pelaku usaha kecil menengah.
"Kami terus berupaya menjaga stabilitas sembako khususnya gula pasir ini, karena kebutuhan pokok masyarakat 100 persen didatangkan dari luar daerah," ujarnya.
Ia berharap distributor sembako untuk terus meningkatkan pasokan gula pasir, guna menjaga stabilitas harga dan permintaan masyarakat.
"Jika harga gula pasir naik tinggi tentu akan mempengaruhi permintaan masyarakat yang berkurang drastis dan akhirnya berdampak terhadap pendapatan pedagang yang ikut turun," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.