Selama musim hujan ini produksi bawang merah di daerah sentra produksi mengalami berkurang, sehingga mempengaruhi pasokan dan harga di daerah ini.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga bawang merah di tingkat distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi Rp48.000 dari Rp43.000 per kilogram atau naik 11,63 persen, karena hasil petani komoditas itu di Pulau Jawa dan Sumatera yang berkurang selama musim hujan.

"Selama musim hujan ini produksi bawang merah di daerah sentra produksi mengalami berkurang, sehingga mempengaruhi pasokan dan harga di daerah ini," kata Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan kenaikan harga bawang merah ini juga diikuti bawang putih yang naik menjadi Rp35.000 dari harga sebelumnya Rp33.000 per kilogram atau naik 12,50 persen, sehingga akan memberatkan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.

"Diperkirakan harga bawang ini akan terus mengalami kenaikan, apabila kondisi cuaca di daerah penghasil bawang tidak bersahabat yang akan menyulitkan petani memanen dan menjemur komoditas itu," ujarnya.

Ia mengatakan stok bawang merah di gudang distributor sebanyak 20 ton atau turun dibandingkan pekan lalu 39 ton dan bawang putih 210 ton berkurang dibandingkan pekan lalu 240 ton.

"Stok bawang merah masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun demikian diharapkan distributor untuk terus menambah pasokan, guna mencegah kelangkaan yang memicu kenaikan harga yang lebih tinggi," tuturnya.

Ia berharap pedagang pengecer bawang tidak memanfaatkan kondisi ini dengan menaikkan harga yang lebih tinggi, karena memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.

"Kami berharap masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk membeli bawang ke distributor, karena harga lebih murah dibanding pedagang eceran komoditas yang mencapai Rp50.000 per kilogram," ucapnya, berharap.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026