Kejadiannya sangat tiba-tiba, pertama angin menghantam bengkel kemudian langsung beralih ke rumah tetangga.Toboali (Antara Babel) - Sebanyak 13 unit rumah warga di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rusak dihantam angin puting beliung pada Selasa (15/11) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Rumah-rumah warga yang rusak terdiri atas 11 rumah di Sadai dan dua lainnya di Parit 9 Toboali.
"Kejadiannya sangat tiba-tiba, pertama angin menghantam bengkel kemudian langsung beralih ke rumah tetangga," kata korban angin puting beliung, Martin.
Ia mengaku bengkel dan tempat pencucian motor miliknya rusak berat karena hantaman angin puting beliung.
"Diperkirakan kerugian akibat bencana ini mencapai puluhan juta, karena tempat usaha serta peralatan bengkel rusak berat," ujarnya.
Ia mengatakan bantuan yang telah diterima dari Dinas Sosial hanya berupa panci untuk memasak nasi dan pakaian dalam.
Sementara itu Hamdam mengaku atap rumahnya bolong karena asbes terbang dihantam angin puting belitung.
"Kami sangat berharap bantuan dari pemda berupa alat bangunan untuk memperbaiki atap yang rusak seperti kayu dan asbes," katanya.
Ia mengatakan, untuk beberapa hari ini terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga karena atap rumahnya masih bocor.
"Kami terpaksa mengungsi dulu hingga atap selesai diperbaiki. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah," katanya.
Pewarta: JuniardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026