Saat ini stok gula pasir di gudang distributor mencapai 950 ton dibandingkan pekan lalu 660 ton.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga gula pasir kiloan di sejumlah pasar tradisional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun menjadi Rp13.000 dari Rp14.000 per kilogram, karena pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera meningkat.

"Saat ini stok gula pasir di gudang distributor mencapai 950 ton dibandingkan pekan lalu 660 ton," kata Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan stok gula pasir kiloan yang berlimpah ini berdampak langsung terhadap harga turun 7,14 persen, harga gula pasir kemasan turun menjadi Rp14.500 dari Rp15.000 per kilogram.

"Mudah-mudahan gula pasir ini terus turun hingga ke tingkat harga normal Rp12.500 per kilogram, sehingga dapat membantu ekonomi masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya," ujarnya.

Ia mengatakan penurunan harga gula pasir ini juga diikuti harga minyak goreng merek fortune turun Rp11.500 dari Rp12.000 per liter, sementara minyak goreng bimoli naik menjadi Rp15.000 dari Rp14.000 per liter.

"Kami kurang tahu pasti, namun yang jelas stok minyak goreng cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini stok minyak goreng di gudang distributor sebanyak 210 ton dan diperkirakan akan terus bertambah, karena pengusaha mendatangkan pasokan secara berkelanjutan.

"Saat ini pasokan gula dan minyak goreng masih berjalan lancar, karena pasokan komoditas ini menggunakan kapal kargo, sehingga kondisi cuaca di perairan yang kurang bersahabat tidak mempengaruhi lalu lintas kapal tersebut," ujarnya. 


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026