Permintaan pertalite terus naik dengan rata-rata 5 kilo liter dari 1,2 kilo liter per SPBU per bulan.Pangkalpinang (Antara Babel) - PT Pertamina Depo Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Balitung mengatakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite mengalami peningkatan rata-rata 5 kilo liter per SPBU di daerah itu.
"Permintaan pertalite terus naik dengan rata-rata 5 kilo liter dari 1,2 kilo liter per SPBU per bulan," kata Sales Eksekutif Retail PT. Pertamina Depo Pangkalbalam, Agung Wibowo di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan permintaan pertalite meningkat, karena masyarakat menilai BBM jenis ini lebih berkualitas dibandingkan dengan premium.
"Masyarakat menilai pertalite memiliki manfaat dapat merawat mesin, karena kadar RON (research octane number) yang mencapai 90 di atas kadar oktan premium yang hanya 88 dan tentunya lebih irit," ujarnya.
Ia mengatakan harga jual pertalite Rp6.900 per liter dan tidak jauh berbeda dengan harga premium Rp6.450 per liter.
"Selisih harga hanya Rp450 dari premium, sehingga konsumen lebih memilih pertalite untuk kebutuhan bahan bakar kendaraannya," katanya.
Menurut dia untuk mengantisipasi lonjakan pembelian pertalite, pihaknya telah memperluas jaringan dan memperkuat stok di depo.
"Sekitar 42 SPBU yang tersebar di Pulau Bangka sudah dapat melayani pembelian pertalite. Stok pertalite di depo juga diperbanyak dengan memanfaatkan tangki-tangki penyimpanan BBM yang kosong," ujarnya.
Pewarta: MahendraEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.