"Bendera China itu sudah diturunkan," kata Gatot singkat kepada awak media seusai menghadiri Kuliah Kebangsaan di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa.
Menurut Gatot, penurunan bendera China itu lakukan setelah adanya laporan dari masyarakat saat acara peletakan batu pertama tersebut.
"Diturunkan atas laporan masyarakat dan anggota TNI sudah menurunkannya," ucap Gatot.
Sebelumnya, Pemprov Maluku Utara menyatakan pengibaran bendera China di samping bendera Merah Putih pada acara peletakan batu pertama pembangunan Smelter PT Wanatiara Persada itu pada Jumat lalu (25/11) semata-mata akibat kesalahan komunikasi.
Kabag Pemberitaan, Biro Humas dan Protokoler Pemprov Malut, Rahwan Suamba menyatakan, saat itu ada tiga bendara yang dikibarkan, yakni bendera Merah Putih, bendara China, dan bendera perusahaan Wanatiara Persada, di lokasi Pelabuhan Jeti Saguh, Pulau Obi.
"Kala itu, para wartawan yang datang bersama rombongan untuk melakukan peliputan pembangunan smelter di Pulau Obi melihat bendera China yang berada di samping bendera Merah Putih, yang ukurannya sama, sehingga terjadi miss-komunikasi," katanya.
Bendera China itu akhirnya pun diturunkan oleh seorang anggota marinir AL sebelum kegiatan peletakan batu pertama dilaksanakan.
Menurut Rahwan, pengibaran dua bendera itu karena ada kerja sama Provinsi Malut dan Provinsi Guangzhou, di mana pada kegiatan tersebut diwakili Sekda Guangzhou Wu Zhi Bin bersama Atase Perdagangan China.
Pewarta: Benardy FerdiansyahEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.