"Penurunan NTP ini karena indeks harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan indeks harga yang mereka bayar,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) setempat pada Agustus 2013 mencapai 99,05 atau mengalami penurunan 0,98 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 100,02.
"Penurunan NTP ini karena indeks harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan indeks harga yang mereka bayar," kata Kepala BPS Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, indeks harga yang diterima petani (IT) pada Agustus 2013 sebesar 129,83 atau turun 0,01 persen dibanding sebelumnya sebesar 129,84. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (IB) mencapai 131,08 atau naik 0,97 persen dibanding sebelumnya sebesar 129,81.
"Penurunan IT dan kenaikan IB menyebabkan NTP di daerah ini mengalami penurunan sebesar 0,98 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, pemicu utama penurunan IT di daerah itu karena adanya penurunan indeks yang diterima petani pada subsektor tanaman pangan, tanaman holtikultura dan tanaman perkebunan rakyat.
"IT merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani di daerah ini," ujarnya.
Sementara itu, kenaikan yang terjadi pada IB karena adanya kenaikan indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar 1,22 persen dari 135,01 menjadi 136,67 dan kenaikan indeks kelompok biaya produksi dan penambangan barang modal (BPPBM) sebesar 0,13 persen dari 117,74 menjadi 117,90.
"Melalui indeks harga yang dibayar petani dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikomsumsi masyarakat pedesaaan khususnya petani," ujarnya.
Menurut dia, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.
NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.
"Dari lima provinsi di Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) yang menyusun NTP Nasional pada Agustus 2013, lima provinsi tersebut mengalami penurunan NTP yakni Lampung (-0,39 persen), Sumatera Selatan (-0,47 persen), Jambi (-0,54 persen), Babel (-0,98 persen) dan Bengkulu (1,58 persen)," jelas Herum.
Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan HUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.