Saat ini harga cabai biasa turun menjadi Rp75.000 dari harga sebelumnya Rp85.000 per kilogram.Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga cabai dan bawang di pasar tradisional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun, karena permintaan dari masyarakat berkurang pascaperayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Saat ini harga cabai biasa turun menjadi Rp75.000 dari harga sebelumnya Rp85.000 per kilogram," kata kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, penurunan harga cabai merah biasa ini juga diikuti cabai merah keriting Rp50.000 dari Rp60.000 per kilogram, cabai rawit merah turun Rp70.000 dari Rp75.000 per kilogram, cabai rawit hijau turun Rp60.000 dari Rp65.000 per kilogram.
Demikian juga bawang merah turun Rp40.000 dari Rp45.000 per kilogram dan harga bawang putih turun Rp32.000 dari Rp36.000 per kilogram.
"Penurunan harga cabai dan bawang ini, karena permintaan masyarakat kembali normal, karena stok di gudang distributor komoditas itu cukup," katanya.
Ia mengatakan, stok cabai merah di sejumlah gudang distributor sebanyak 27 ton, bawang merah 70 ton dan bawang putih 270 ton.
"Stok cukup dan diperkirakan akan terus bertambah, karena distributor melakukan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera secara kontinu," ujarnya.
Menurut dia, permintaan cabai dan bawang menjelang Maulid Nabi mengalami peningkatan yang signifikan, karena masyarakat merayakan secara besar-besaran dengan menyediakan beraneka makanan untuk kegiatan tradisi nganggung, ruwahan dan menyambut tamu undangan dari daerah lainnya.
"Peringatan Maulid Nabi di Pulau Bangka dan Belitung cukup berbeda jika dibandingkan daerah lainnya yang penuh suka cita hampir sama perayaan Idul Fitri, sehingga berdampak langsung permintaan sembako dan kebutuhan lainnya di pasar," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.