Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sektor tanaman pangan pada Agustus 2013 mencapai 80,32 atau turun 1,68 persen dibanding sebelumnya sebesar 81,69.


"Penurunan indeks sebesar 1,68 persen disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih kecil dibanding perubahan indeks harga yang dibayar petani di daerah ini," kata Kepala BPS Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Jumat.


Ia menjelaskan, penurunan yang terjadi pada indeks harga yang diterima petani (IT) karena indeks pada subkelompok palawija turun sebesar 1,36 persen.


"Pemicu utama penurunan indeks subkelompok tersebut yaitu turunnya indeks beberapa komoditi antara lain ketela pohon," kata Herum.


Sedangkan kenaikan yang terjadi pada indeks harga yang dibayar petani (IB) karena adanya kenaikan indeks pada kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 1,20 persen dari 137,27 menjadi 138,92 dan kenaikan indeks pada kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,15 persen dari 136,68 menjadi 136,89.


"Kondisi cuaca yang buruk dan moment perayaan Idul Fitri menyebabkan kegiatan dan hasil pertanian masyarakat menurun," ujarnya.


Sementara itu, kata Herum, NTP sektor holtikultura juga mengalami penurunan 1,98 persen dari 86,04 menjadi 84,34.


"Penurunan NTP sektor holtikultura sebesar 1,98 persen karena indeks pada subkelompok sayur-sayuran turun sebesar 1,75 persen," jelas Herum.


Pemicu utama penurunan indeks subkelompok itu adalah turunnya indeks beberapa komoditi antara lain, cabe rawit.


Sedangkan kenaikan yang terjadi pada IB karena adanya kenaikan indeks pada kelompok KRT sebesar 1,29 persen dari 135,28 menjadi 137,02 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,02 persen dari 126,06 menjadi 126,09.


Menurut dia, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.


NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga.


Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.

Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan H
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026