Melihat realisasi sepanjang 2016 kami perkirakan inflasi Babel 6 persen dan kita targetkan tahun depan lebih kecil menjadi 4,76 persen
Pangkalpinang (Antara Babel) - Kapala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto menyatakan pihaknya menargetkan inflasi tahun 2017 turun menjadi 4,76 persen.

"Melihat realisasi sepanjang 2016 kami perkirakan inflasi Babel 6 persen dan kita targetkan tahun depan lebih kecil menjadi 4,76 persen," ujarnya di Pangkalpinang, Rabu.

Menurut Bayu, inflasi yang rendah dan stabil bukan hal yang mustahil di Babel, namun dibutuhkan keoptimistisan dan bekerja keras serta bersinergi melalui Tim Pengendala Inflasi Daerah (TPID).

"Langkah-langkah perbaikan perlu kita rumuskan dan lakukan baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Langkah-langkah perbaikan tersebut telah dirumuskan oleh TPID dalam road map pengendalian inflasi daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, strategi yang ditempuh dalam road map pengendalian inflasi tersebut untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil melalui pemenuhan kesediaan stok, pembentukan harga yang terjangkau, pendistribusian pasokan yang lancar dan efisien.

Strategi lainnya adalah penyediaan informasi harga, penggunaan sistem informasi manajemen serta pengelolaan ekspektasi dan kelembagaan TPID yang efektif.

"Semoga road map pengendalian inflasi yang telah disusun tersebut dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program kerja dan anggaran tiap SKPD yang merupakan anggota TPID," jelasnya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi untuk menurunkan inflasi yakni rencana pemerintah mencabut subsidi listrik terhadap pelanggan 900 VA serta mewaspadai kemungkinan kenaikan harga komoditas energi dan dampaknya terhadap inflasi.

"Meskipun tahun depan subsidi listrik dicabut namun BI bersama TPID akan terus berupaya dan mengatur strategi agar tidak berpengaruh terhadap naiknya angka infasi," katanya.



Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026