Pangkalpinang (ANTARA) - Pelaku usaha peternakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan sebesar 38,5 ton telur ayam ras untuk menjaga stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah itu.

"Penambahan pasokan telur ayam ras ini untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat selama liburan sekolah ini," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Babel Tarmin AB di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan saat ini stok telur ayam ras di gudang distributor pangan di Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 30 ton dan akan ditambah 38,5 ton, sehingga total stok telur ayam ras dalam pekan ini 68,5 ton.

"Kami pastikan stok telur ayam ras ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi saat ini," katanya.

Ia menyatakan meski permintaan telur ayam tinggi, namun tidak mempengaruhi harga telur ayam yang masih stabil karena pasokan dari Pulau Sumatera berjalan dengan lancar.

Saat ini harga telur ayam eceran di Pasar Pembangunan Pangkalpinang masih stabil Rp32.000 per kilogram dan telur ayam kampung masih bertahan di kisaran Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram.

"Untuk memenuhi kebutuhan telur ayam ras ini, pelaku usaha di daerah ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena produksi telur ayam dari peternak lokal yang masih terbatas," katanya.

Ia berharap pelaku usaha untuk terus menambah pasokan telur ayam ini, guna meningkatkan daya beli masyarakat di daerah ini.

"Jika harga kebutuhan pokok ini murah dan terjangkau tentu akan berdampak peningkatan permintaan masyarakat, pada akhirnya menguntungkan pelaku usaha dan pedagang di daerah ini," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026