"Stok beras mencukupi dan harga masih bertahan cukup tinggi meski permintaan warga mengalami penurunan sebagaidampak harga komoditas perkebunan yang masih rendah,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di tingkat distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang mencapai 5.113 ton mencukupi untuk memenuhi permintaan warga tiga bulan ke depan, kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Husni Thamrin.


"Stok beras mencukupi dan harga masih bertahan cukup tinggi meski permintaan warga mengalami penurunan sebagaidampak harga komoditas perkebunan yang masih rendah," kata Husni Thamrin di Pangkalpinang, Kamis.


Ia menjelaskan berdasarkan pantauan petugas di sejumlah pasar tradisional pada Rabu (11/9), stok beras cukup dan diperkirakan akan terus bertambah karena pasokan di daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar.


Dari 5.113 ton beras tersebut tersebar di sejumlah gudang distributor yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung dan Kota Pangkalpinang, dengan rincian, stok beras di PT Bina Purnama Bersama sebanyak 400 ton.


Stok beras di gudang PT. Bangka Alam Sejahtera 350 ton, PT Cahaya Abadi 25 ton, Akon 200 ton, gudang Bulog 3.093 ton, Toko Hartono 40 ton, Toko Kim Nyuk 50 ton, UD Mawar Jaya Belitung 400 ton, CV AS sebanyak 30 ton dan PT Globus Internusa sebanyak 525 ton.


"Meski permintaan warga mengalami penurunan, namun diperkirakan harga beras akan tetap bertahan tinggi karena biaya produksi dan transportasi beras yang tinggi, apalagi saat ini, petani di daerah sentra produksi belum memasuki masa panen padi," ujarnya.


Ia mengatakan, saat ini, harga beras berbagai merek kualitas baik masih bertahan normal Rp10.500 per kilogram dari harga sebelumnya sempat mencapai Rp9.500 per kilogram.


Harga beras bertahan tinggi karena tingginya biaya transportasi barang dari daerah asal barang, sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bulan lalu," ujarnya.


Menurut dia, meski stok beras cukup, namun pihaknya terus berupaya mengantisipasi kekurangan stok beras dan bahan sembako lainnya akibat cuaca buruk di perairan Babel dan penurunan produksi di daerah asal, dengan meminta distributor meningkatkan dan menambah jumlah pasokan barang dari luar daerah.


"Lebih baik stok beras berlimpah dari pada kurang yang akan memicu kenaikan harga yang akan memberatkan ekonomi warga," ujarnya.


Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026