Saat ini minat masyarakat untuk membangun rumah baru atau merehab bangunan melemah karena harga hasil perkebunan dan tambang kurang baik.Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga bahan bangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih bertahan normal pada saat permintaan berkurang karena daya beli masyarakat yang masih lesu.
"Saat ini minat masyarakat untuk membangun rumah baru atau merehab bangunan melemah karena harga hasil perkebunan dan tambang kurang baik," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan penurunan permintaan bahan bangunan tidak berdampak terhadap harga yang masih bertahan normal seperti semen merek Tiga Roda Rp62.000 per zak, Holcim Rp60.000 per zak, Semen Padang Rp62.000 per zak dan Bosowa Rp59.000 per zak.
Harga seng gelombang (180 cm/1 meter) Rp3.700 per lembar, papan tebal 2 centimeter Rp35.000 per batang, triplek tebal 6 milimeter Rp85.000 per lembar.
Selanjutnya harga batu bata merah Rp1.400 per buah, batako Rp1.800 per buah, paku 2 centimeter Rp15.000 per kilogram, paku 4 centimeter Rp15.000 per kilogram.
"Dalam sebulan sekali kami memantau perkembangan harga bahan bangunan ini sebagai antisipasi kenaikan harga yang akan memberatkan masyarakat untuk membangun rumah," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini stok bahan bangunan masih mencukupi, karena pasokan lancar dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar.
"Kondisi cuaca di perairan yang kurang bersahabat belum mempengaruhi pasokan bahan bangunan dan kebutuhan masyarakat lainnya," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.