Sungailiat (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk bekerja sama mendirikan sekolah rakyat sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang pembentukan sekolah rakyat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka Bahrudin Bafa di Sungailiat, Kamis, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Dinas Pendidikan, sangat penting supaya Sekolah Rakyat yang akan didirikan benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan.
Tujuan sekolah rakyat yang merupakan program pendidikan inklusif, kata dia, agar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh hak pendidikan.
"Kami belum menyiapkan di tahap satu ini dan masih dalam tahap melakukan koordinasi dalam menentukan pelaksanaannya," kata Bahrudin Bafa.
Menurutnya, pembentukan Sekolah Rakyat tidak serta merta langsung terbentuk, tetapi harus dengan menyiapkan lahan, sumber daya manusia, serta sarana prasarana dan pendukung penting yang lain.
"Setelah koordinasi selesai, kami akan segera mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dengan harapan segera terealisasi," ujar dia.
Dengan dibentuknya Sekolah Rakyat, kata dia, tidak ada alasan lagi bagi warga kurang mampu yang tidak memperoleh hak pendidikan karena pemerintah telah menyiapkan lembaga pendidikan.
"Masyarakat dari keluarga miskin bahkan miskin ekstrem pun memperoleh hak yang sama mendapatkan pendidikan dari pemerintah," jelas dia.
Dia optimis dengan memperkuat kerja sama dan dukung semua pihak, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bangka dapat dibentuk guna mempersiapkan generasi Indonesia yang berkualitas.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026