Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Permintaan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), menurun hingga 40 persen karena harga daging bertahan tinggi hingga Rp90 ribu per kilogram.

"Saat ini, harga daging sapi masih Rp90 ribu per kilogram dibandingkan harga normal Rp70 ribu per kilogram, sementara kondisi ini diperparah menurunnya harga komoditas utama masyarakat terutama karet," ujar salah seorang pedagang daging sapi, Sulaiman di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, menurunnya permintaan daging ini, kami terpaksa mengurangi pemotongan sapi untuk mengantisipasi kerugian karena daging sapi yang tidak laku terjual hari ini, terpaksa dijual besok dengan murah seiring kualitas yang mulai berkurang.

"Biasanya pada Sabtu dan Minggu hingga pukul 11.00 WIB, stok daging daging habis terjual untuk kebutuhan pesta perkawinan, doa selamatan dan lainnya, namun saat ini stok daging masih banyak dan sulit untuk menjualnya," ujarnya.

Menurut dia, permintaan daging menurun karena harga dan hasil perkebunan seperti lada, sawit, karet  dan hasil tambang timah masih rendah sementara harga kebutuhan pokok cukup tinggi sehingga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

"Biasanya, saat harga dan hasil kebun dan tambang naik, berapapun harga daging atau kebutuhan lainnya tetap dibeli masyarakat, namun sekarang pengunjung pasar sepi dan kami sulit menjual barang dagangan," ujarnya.

Demikian juga, Maman, pedagang daging sapi lainnya, mengatakan, meski daya beli masyarakat rendah namun diperkirakan harga daging sapi akan terus naik, apabila kondisi peternakan di daerah asal semakin memburuk.

"Kami hanya mengandalkan pasokan sapi luar karena stok sapi di Pulau Bangka tidak memadai, meskipun ada harga sapi jauh lebih tinggi dibandingkan harga sapi dari luar," ujarnya.

Menurut dia, pasokan sapi dari luar daerah masih lancar karena kondisi perairan masih aman untuk pelayaran kapal laut.

"Kenaikan harga sapi murni karena harga ternak sapi dari daerah asal naik bukan karena permintaan daging yang meningkat atau pasokan sapi yang kurang," ujarnya.

Sementara itu, Yuni, salah seorang pedagang daging ayam menyatakan, harga daging ayam turun karena permintaan masyarakat yang berkurang.

"Saat ini, harga daging ayam masih bertahan Rp28 ribu per kilogram dari harga normal Rp25 per kilogram," ujarnya.

Menurut dia, meski harga daging ayam turun namun tidak mempengaruhi peningkatan permintaan karena kondisi ekonomi masyarakat yang masih lesu.

"Saat ini, permintaan daging ayam masih didominasi pengusaha rumah makan dan usaha makanan lainnya, seperti pedagang bakso, mie ayam dan lainnya, sementara permintaan masyarakat sepi," ujarnya.



: Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026