Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Para distributor beras di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), terus menambah pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera untuk mengantisipasi kenaikan harga beras akibat pasokan tersendat.

"Saat ini, stok beras berbagai merek seperti TR, RM, Gareng dan lainnya sebanyak 2.000 ton, dan akan ditambah lagi sebanyak 1.500 kilogram, sehingga stok betul-betul aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dua bulan ke depan," ujar A Hong, salah seorang distributor beras di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, penambahan stok beras ini untuk mengantisipasi cuaca buruk di perairan Babel dan Pulau Jawa, sehingga lalu lintas kapal barang tersendat, pada akhirnya harga kebutuhan naik karena Babel merupakan wilayah kepulauan yang mengandalkan pasokan dari luar daerah.

"Saat ini, cuaca di perairan masih aman untuk lalu lintas kapal barang, namun biasanya, pada akhir Desember hingga Maret 2013 cuaca di perairan di Babel dan Pulau Jawa memburuk, sehingga akan berdampak terhadap pasokan barang yang berkurang drastis," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, stok dan harga beras masih bertahan normal, seperti harga beras berkualitas baik merek RM, Gareng dan TR masih bertahan Rp9.500 per kilogram, harga beras kualitas kurang atau setara dengan kualitas beras Bulog masih bertahan Rp7.500 per kilogram.

"Meski harga beras masih bertahan normal, namun tidak mempengaruhi permintaan konsumen yang masih stabil bahkan mengalami penurunan karena daya beli masyarakat yang lesu sebagaidampak masih rendahnya harga karet, lada, sawit dan hasil tambang timah," ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat cuaca di perairan memburuk, harga kebutuhan sehari-hari terutama beras naik, sehingga masyarakat sulit memenuhi kebutuhannya.

"Kami menaikkan harga beras, apabila harga beras di daerah asal mengalami kenaikkan atau jasa pengiriman barang naik, mau tidak mau kami menaikkan harga jika tidak kami rugi," ujarnya.

Demikian juga, A Meng, distributor beras lainnya, mengatakan, terhitung awal Desember 2012,  kami meningkatkan stok beras, biasanya penambahan stok hanya satu hingga dua ton per minggu, namun sekarang menjadi empat per minggu.  

"Penambahan stok beras ini, bukan hanya untuk mengantisipasi pasokan beras tersendat karena cuaca buruk, tetapi juga mengantisipasi kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menurut rencana mulai naik awal 2013.

Menurut dia, apabila BBM naik, otomatis harga beras dan kebutuhan pokok lainnya akan naik karena pengaruh kenaikkan biaya transportasi barang dari daerah asal ke Pulau Bangka yang cukup tinggi.

"Penambahan stok beras ini dan awal tahun nanti kenaikan BBM diberlakukan, maka kami bisa menaikan harga beras secara bertahap sehingga harga tidak terlalu memberatkan dan masyarakat tidak terlalu kaget dengan kenaikan harga beras tersebut," ujarnya.



: Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026