Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bangka, Yasir Mustafa menegaskan pentingnya menolak isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam Pilkada Ulang 2025 untuk menciptakan kondisi daerah yang kondusif, aman dan tertib.
Hal itu disampaikan Yasir Mustafa di Sungailiat, Senin untuk mengingatkan masyarakat supaya ikut menyukseskan pelaksanaan pemungutan suara pemilihan calon bupati dan wakil bupati pada Rabu, 27 Agustus 2025.
"Menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat dengan menolak isu SARA penting kita lakukan, supaya pesta demokrasi bagi masyarakat di Kabupaten Bangka berjalan lancar," ujarnya.
Ia mengatakan, berita bohong atau hoaks yang dapat memecah persaudaraan di masyarakat harus benar-benar dihindari. Pilkada Ulang 2025 harus disambut gembira dengan memperkuat tali silaturahmi.
"Saya ingatkan masyarakat jangan mudah terprovokasi dari kabar yang belum jelas kebenarannya," kata Yasir Mustafa yang menjabat Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dia berpendapat, dalam politik perbedaan pilihan adalah wujud demokrasi yang harus dihormati dan dihargai.
Menjaga persaudaraan, persatuan di masyarakat diajarkan dalam Islam, sebagaimana Al Quran Surah jelaskan : "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara". (QS Ali Imran:103).
"Siapapun yang terpilih menjadi calon bupati dan wakil bupati harus didukung untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangka lima tahun ke depan," katanya.
