Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan kondisi siaga satu dalam mengantisipasi aksi demonstrasi besar-besaran, sebagai langkah menciptakan kondisi kondusif di daerah itu.
"Saya tetapkan siaga satu dalam menghadapi aksi demonstrasi ini," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan siaga satu ini dimulai Senin (1/9) hingga Minggu (7/9) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi demonstrasi besar-besaran di Kepulauan Bangka Belitung ini.
"Seluruh Forkopimda siaga satu untuk mewaspadai aksi demonstrasi anarkis yang mengganggu keamanan dan kondusifitas daerah ini," katanya.
Ia menegaskan oknum-oknum jangan yang sekali-kali mengganggu kondusifitas dan mengadu domba masyarakat Kepulauan Bangka Belitung yang terkenal adat melayu ramah, tamah dan sopan.
"Kalau ada yang ingin coba-coba mengganggu keamanan masyarakat di sini, maka mereka ini akan berhadapan langsung dengan saya. Jadi jangan sekali-kali mengadu domba masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia menyatakan silahkan masyarakat melakukan aksi demonstrasi menyampaikan aspirasi dengan mentaati aturan berlaku, untuk menjaga kondusifitas masyarakat di daerah ini.
"Saya akan menindak tegas para pendemo yang melakukan anarkis, penjarahan, pembakaran dan perusakan fasilitas publik. Jadikan silahkan masyarakat melakukan aksi demo dengan mengikuti aturan berlaku," katanya.
