"Stok beras mencukupi dan harga masih stabil karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di tingkat distributor Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencapai 4.497 ton, mencukupi untuk memenuhi permintaan warga hingga Hari Raya Idul Adha.
"Stok beras mencukupi dan harga masih stabil karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel Husni Thamrin di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan petugas di sejumlah pasar tradisional pada Selasa (24/9), stok beras cukup dan diperkirakan akan terus bertambah karena distributor menambah stok secara kontinyu.
Sebanyak 4.497 ton beras tersebut tersimpan di sejumlah gudang distributor yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung dan Kota Pangkalpinang, dengan rincian stok beras di PT Bina Purnama Bersama mencapai 350 ton.
Stok beras di gudang PT Bangka Alam Sejahtera 350 ton, PT Cahaya Abadi 60 ton, Akon 225 ton, gudang Bulog 2.607 ton, Toko Hartono 55 ton, Toko Kim Nyuk 40 ton, UD Mawar Jaya Belitung 375 ton, CV AS 35 ton dan PT Globus Internusa 400 ton.
"Saat ini, permintaan warga mengalami penurunan, namun tidak mempengaruhi harga beras yang masih bertahan karena biaya produksi dan transportasi beras yang tinggi, apalagi saat ini petani di daerah sentra produksi belum memasuki masa panen padi," ujarnya.
Ia mengatakan, harga beras berbagai merek kualitas baik masih bertahan Rp10.500 per kilogram dari harga sebelumnya Rp9.500 per kilogram.
Harga beras bertahan tinggi karena tingginya biaya transportasi barang dari daerah asal barang, sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu," ujarnya.
Menurut dia, meski stok beras cukup, namun pihaknya terus berupaya mengantisipasi kekurangan stok beras dan bahan sembako lainnya akibat cuaca buruk di perairan Babel dan penurunan produksi di daerah asal, dengan meminta distributor meningkatkan dan menambah jumlah pasokan barang dari luar daerah.
"Untuk memenuhi konsumsi beras warga, Babel masih mengandalkan pasokan beras dari luar karena hasil beras petani lokal masih kurang untuk memenuhi kebutuhan warga yang tinggi," ujarnya.
Pewarta: Pewarta :AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.