Sebanyak 380 Bintara TNI-AU yang dilantik tersebut berpangkat sersan dua. Mereka terdiri atas 320 bintara pria dan 60 Wanita Angkatan Udara (Wara).
Eko mengatakan mereka telah menempuh pendidikan selama lima bulan. Siswa pria menjalani pendidikan di Skadik 403 Lanud Adi Soemarmo dan Wara di Skadik 105 Lanud Adi Soetjipto.
"Para Bintara TNI AU tersebut digembleng, ditempa dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AU yang tanggap, tanggon, trengginas, dan profesional," katanya.
Selain pendidikan kemiliteran dan kematraan udara, para siswa juga dibekali berbagai materi, seperti HAM, kewarganegaraan, sejarah perjuangan bangsa, pokok-pokok ajaran agama, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan ilmu teknik komputer.
Ia meminta para bintara itu dalam bertugas memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang kuat sebagai prajurit TNI AU.
"Seorang prajurit merupakan garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan republik Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan sumpah yang baru mereka ikrarkan, bukan sekadar ucapan pelengkap dalam melaksanakan upacara.
Akan tetapi, katanya, sumpah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang harus dipatuhi serta dijadikan fondasi melaksanakan tugas dan kehidupan prajurit sehari-hari.
Ia meminta seluruh lulusan Semaba PK menjaga diri dari perbuatan tercela karena akan merugikan diri sendiri dan dapat menjatuhkan citra TNI AU serta TNI pada umumnya.
Selain itu, kata Eko, para bintara tetap berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam melaksanakan tugas.
Terpilih sebagai lulusan terbaik Semaba PK Angkatan 41 tersebut, untuk siswa pria Serda Arif Bestari Laoli dan Wara Serda Rahmiati.
Pelantikan dan pengambilan sumpah para bintara tersebut, juga dimeriahkan atraksi aeromodeling, bongkar pasang senjara, beladiri militer, dan teknik kesatuan kecil yang diperagakan para Bintara TNI AU.
Pewarta: Bambang Dwi MarwotoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.