Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Sebanyak sembilan perpustakaan desa (perpusdes) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima bantuan 1.000 eksemplar buku program Bahan Bacaan Bermutu Perpustakaan Nasional pada 2025.
"Setelah tahun sebelumnya terdapat 10 perpustakaan desa (perpusdes), tahun ini ada sembilan lokasi yang mendapatkan bantuan dari 10 yang kita usulkan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas), kita akan terus upayakan agar bantuan dari pemerintah pusat seperti ini bisa terus berlanjut di tahun berikutnya untuk memenuhi kebutuhan bacaan warga di seluruh desa," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Senin.
Sebanyak sembilan perpusdes yang menerima bantuan buku bahan bacaan bermutu tersebut, yaitu Perpusdes Airkuang, Sungaibuluh, Sinarmanik, Pangek, Simpangibul, Tebing, Semulut, Kelabat, dan Buyankelumbi.
Dia mengatakan bantuan buku tersebut salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam menyediakan berbagai bahan bacaan berkualitas sesuai kebutuhan warga sekaligus membangun masyarakat tentang budaya membaca hingga pelosok.
"Kita berupaya agar bantuan tepat guna dan tepat sasaran, bermanfaat bagi masyarakat untuk membuka wawasan dan mendukung kemajuan usaha yang dijalankan," katanya.
Pemerintah desa bersama pengelola perpustakaan desa diminta memperhatikan agar perpusdes semakin maju, salah satunya dengan melakukan kerja sama bersama TK, PAUD, SD, dan SMP di desa masing-masing.
Dengan pola kerja sama yang baik, kata dia, keberadaan perpusdes akan memberikan manfaat untuk seluruh warga.
"Tahun ini kita kembali mengusulkan sepuluh perpusdes agar mendapatkan bantuan serupa dari Perpusnas di tahun 2026," katanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, saat ini pihaknya sedang melakukan lobi bantuan ke Perpusnas RI.
Sebagai persiapan, pihaknya juga telah melakukan pemantauan di beberapa perpusdes yang diusulkan mendapatkan bantuan, salah satunya Perpusdes Penyampak.
Tim melalukan kunjungan untuk mengecek kesiapan desa dan komitmen kesiapan anggaran, pengelola perpustakaan dan ruangan/gedung perpustakaan.
"Dari hasil pengecekan, Desa Penyampak berkomitmen mendukung program ini, kami juga memiliki komitmen melakukan pendampingan, pembinaan, dan penguatan kapasitas pengelola perpusdes agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat," katanya.
Dengan demikian bantuan bahan bacaan Perpusnas memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca, memperluas akses informasi, serta memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat.
Sekretaris Desa Penyampak Yarwandi mengatakan sedang menyiapkan bangunan perpusdes untuk menyambut bantuan buku dari Perpusnas tahun 2026.
"Kami akan menata ruang BUMDes yang ada untuk dijadikan ruangan perpustakaan dan ruang arsip. Jadi, ke depan kami siapkan anggaran untuk pembangunan gedung perpustakaan, sedangkan untuk pengelola perpustakaan kita mengoptimalkan pegawai pembantu perangkat desa terlebih dahulu sebelum merekrut warga yang punya kapasitas mengelola perpustakaan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026