Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta melakukan penataan ulang organisasi agar mampu menjadi motor penggerak pembinaan olahraga yang profesional, transparan, dan akuntabel.
"Pelantikan pengurus KONI Kabupaten periode 2024-2028 ini bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, namun menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola urusan olahraga di daerah," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Selasa.
Ia mengingatkan agar pengelolaan anggaran KONI harus dijalankan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan karena setiap rupiah yang dikelola adalah amanah publik yang harus dimanfaatkan untuk kemajuan prestasi olah raga dan kesejahteraan atlet.
Menurut dia, menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat dalam setiap langkah organisasi olahraga penting dilakukan dan Pemkab Bangka Barat siap mendukung penuh berbagai pola yang akan dikembangkan.
"Tanggung jawab moral dan transparansi seluruh aspek pengelolaan organisasi harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan KONI," ujarnya.
Ia mengatakan tantangan pembinaan olahraga ke depan semakin kompleks sehingga pengurus KONI harus mampu membangun jejaring dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, lembaga pendidikan, media, dan komunitas olahraga.
Dengan kolaborasi yang luas diyakini akan mampu memperkuat sumber daya, memperluas kesempatan pembinaan, serta menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
Para pengurus baru diminta menyusun program kerja yang realistis dan searah dengan arah pembangunan daerah, dengan tidak hanya fokus pada kompetisi dan prestasi, tetapi juga memperhatikan pembinaan atlet usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, serta pemberdayaan klub dan cabang olahraga di tingkat kecamatan.
"Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan untuk membangun sumber daya manusia yang kuat, sportif, respek dan berkarakter," katanya.
