Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung menyebutkan nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Babel pada Oktober 2025 sebesar 154,73 atau turun turun 0,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya 154,82.
"Penurunan NTP ini karena naiknya indeks harga yang diterima petani (It) 0,34 persen, sementara indeks harga dibayar petani (Ib) juga naik 0,41 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan penurunan NTP pada Oktober 2025 dipengaruhi oleh turunnya indeks pada subsector tanaman pangan 0,66 persen, hortikultura 5,76 persen, dan subsektor perikanan sebesar 1,04 persen.
"Sebaliknya kenaikan terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,18 persen dan peternakan sebesar 4,83 persen," ujarnya.
Ia menyatakan It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi Harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Oktober 2025, secara umum It naik sebesar 0,34 persen dibanding It September, yaitu dari 190,47 menjadi 191,13.
"Kenaikan ini karena naiknya It pada subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,61 persen dan peternakan 5,08 persen. Sebaliknya, penurunan terjadi di tanaman pangan 0,17 persen, tanaman hortikultura 5,37 persen dan perikanan 0,77 persen," katanya.
Ia menambahkan melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
"Pada Oktober 2025, secara umum Ib naik 0,41 persen bila dibanding Ib September, yaitu dari 123,02 menjadi 123,52 karena naiknya nilai Ib pada subsektor tanaman pangan 0,49 persen, tanaman hortikultura 0,41 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,43 persen, peternakan 0,24 persen dan subsektor perikanan 0,27 persen," katanya.
