Belitung (ANTARA) - ‎Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat kota Tanjungpandan mengalami inflasi bulan ke bulan di Januari 2026 sebesar 0,81 persen.

‎"Kota Tanjungpandan mengalami inflasi month to month Januari 2026 sebesar 0,81 persen," kata Statistisi Ahli Madya BPS Belitung, Rojani dalam acara rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Tanjungpandan, Senin.

‎Menurutnya, selain itu, kota Tanjungpandan juga tercatat mengalami inflasi tahun ke tahun sebesar 3,29 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,81 persen.

‎Ia mengatakan, kondisi inflasi kota Tanjungpandan pada Januari 2026 dipengaruhi oleh beberapa catatan peristiwa yang terjadi di sepanjang Januari 2026.

‎Disampaikan, catatan peristiwa tersebut diantaranya adalah kenaikan harga ayam ras di pasar pada minggu pertama Januari 2026 dengan kisaran harga mencapai Rp50 ribu per kilogram.

‎"Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya di Pasar Tanjungpandan seperti cabe rawit, cabe merah, dan bawang merah mengalami penurunan harga pada Januari 2026," ujarnya.

‎Dikatakan, kemudian catatan peristiwa lainnya adalah harga komoditas ikan seperti ikan bulat, ikan kerisi, ikan ekor kuning, ikan seminyak, dan cumi-cumi mengalami kenaikan harga pada Januari 2026 yang signifikan karena disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi.

‎Kondisi ini menghambat nelayan untuk melaut akibatnya pasukan ikan di pasar berkurang drastis.

‎"Kemudian catatan peristiwa lainnya adalah harga tiket pesawat menurun setelah periode Natal dan Tahun Baru 2026 serta harga emas memecahkan rekor tertinggi mencatat kinerja impresif kenaikannya sekitar 17 persen sejak 30 Desember 2025," katanya.

‎Dia menyampaikan, adapun komoditas yang memberikan andil ataupun penyumbang utama terhadap terjadinya inflasi di Januari 2026 adalah daging ayam ras sebesar 0,42 persen, kan bulat 0,15 persen, dan ikan kerisi 0, 13 persen.

‎"Inflasi kota Tanjungpandan secara bulan ke bulan di Januari 2026 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya," ujar dia.



Pewarta: Apriliansyah
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026