Pangkalpinang (ANTARA) - Relawan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kemenkeu Mengajar di Kampong Adat Gebong Memarong, guna mengajar literasi keuangan negara kepada warga suku adat tertua di Pulau Bangka.
"Kita memilih Kampong Adat Gebong Memarong karena dinilai sangat tepat, karena proses pembangunan Gebong Memarong merupakan analogi sempurna dari proses pengelolaan keuangan negara," kata Kepala Perwakilan Kemenkeu Kepulauan Babel Syukriah HG di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan Gebong Memarong merupakan sekumpulan rumah-rumah tradisional Orang Lum yang mendiami daerah Mapur Kabupaten Bangka dan diyakini sebagai suku melayu tertua di Pulau Bangka.
"Kegiatan Kemenkeu Mengajar di Kampong Adat Gebong Memarong mengingatkan kita akan makna gotong royong dalam membangun bangsa. APBN adalah Uang Kita, uang yang berasal dari rakyat dan kembali untuk rakyat," ujarnya.
Ia menyatakan setiap rupiah yang dikelola dengan baik adalah masa depan Indonesia dan masa depan seluruh anak-anak Indonesia. Dengan menjaga APBN, berarti menjaga masa depan kita bersama.
"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar terkadang tidak datang dari dentuman keras, melainkan bermula dari langkah kecil yang terus dipelihara," katanya.
Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko mengucapkan terima kasih kepada Kemenkeu Mengajar yang sudah datang dan berkegiatan di Kampong Adat Gebong Memarong.
"Semoga anak-anak di Dusun Air Abik mendapatkan inspirasi untuk terus mengejar mimpi dan bersekolah tinggi bahkan hingga menjadi profesor," katanya.
Baca juga: Babel gelar "Kemenkeu Mengajar" di tiga sekolah Kabupaten Bangka
Ia mengapresiasi Kemenkeu Babel yang melibatkan masyarakat adat dalam kegiatan yang penuh dengan kebaikan.
"Semoga dengan diadakannya kegiatan Kemenkeu Mengajar disini, semakin banyak orang mengenal Gebong Memarong dan keberadaan Masyarakat Adat Mapur,” ujarnya.
Ia menambahkan di tengah derasnya moderenisasi, Lembaga Adat Mapur berjuang mempertahankan budaya rumah tradisional ini yang jumlahnya semakin sedikit dan terancam punah beserta dengan adat istiadatnya.
Dalam adat istiadat Orang Lum, pembangunan setiap rumah panggung tradisional (memarong) dilakukan secara bersama-sama atau beguyur. Warga Gebong atau kumpulan Memarong bekerja sama dan membagi peran dalam prosesnya: ada yang membuat alas rumah dari kayu pohon ibul, membuat atap dari daun nipah, membuat dinding dari kulit kayu kelukup, dan ada pula yang menjalin bagian-bagian tersebut dengan bilah rotan atau tanpa paku.
"Saat Memarong selesai dibangun, warga Gebong akan bersama-sama memikul Memarong dan memindahkannya ke lokasi yang diinginkannya," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026