Penambahan stok beras ini untuk menjaga stabilitas harga,Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendatangkan 27 ton beras dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan karena stok beras lokal kurang untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi.
"Penambahan stok beras ini untuk menjaga stabilitas harga," kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Ahmad Damiri di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan sebanyak 27 ton beras yang didatangkan dari Palembang itu dijual di 10 toko tani di Pulau Bangka dan Belitung dengan harga Rp9.000 per kilogram.
"Harga beras yang ditawarkan di bawah harga pasaran guna membantu ekonomi masyarakat khususnya rumah tangga kurang mampu," ujarnya.
Ia mengatakan penambahan pasokan beras dari luar mengingat petani lokal belum melakukan panen raya sehingga stok beras lokal terbatas atau hanya cukup untuk konsumsi rumah tangga petani.
"Biasanya kita mendapatkan gabah kering dari petani lokal dengan harga Rp5.500 per kilogram guna membantu petani memasarkan hasil pertaniannya," ujarnya.
Menurut dia program ini sangat penting dan berhasil dalam menjaga stabilitas harga beras di tengah-tengah masyarakat.
"Alhamdulillah dalam tiga tahun terakhir ini harga beras di pasaran masih stabil. Misalnya beras jenis premium kisaran Rp11.000 hingga Rp11.500 per kilogram dan beras medium kisaran Rp10.000 hingga Rp10.500 per kilogram," ujarnya.
Namun demikian pihaknya terus mengoptimalkan toko tani dalam memasarkan hasil beras petani lokal guna menjaga stabilitas harga komoditas ini di pasaran.
"Kami menginginkan toko tani ini tidak hanya menjual beras, tetapi juga komoditas lainnya seperti cabai, bawang dan sayur mayur lainnya, agar masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan sayur mayur dengan harga lebih murah dan terjangkau," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.