Pangkalpinang (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Keuangan Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan Bea Cukai Pangkalpinang menyelenggarakan Babel Youthpreneur 2025 guna mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang tangguh, inovatif dan berdaya saing.

"Alhamdulillah, kegiatan ini sukses dan diharapkan dapat menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menumbuhkan ide-ide kreatif, mengasah kemampuan bisnis, serta membangun jejaring dengan para pelaku usaha dan instansi pemerintah," kata Kepala Perwakilan Kemenkeu Babel Syukriah HG di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan kegiatan Babel Youthpreneur 2025 bertemakan  “Membangun Ekosistem Entrepreneur Muda sebagai Penggerak Ekonomi Daerah” diikuti mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kepulauan Babel yaitu  Universitas Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Universitas Pertiba dan Universitas Anak Bangsa serta pelaku UMKM. 

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan melahirkan wirausaha muda untuk memperkuat perekonomian daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif," katanya. 

Ia menekankan pentingnya peningkatan rasio kewirausahaan di Indonesia, khususnya melalui penguatan peran generasi muda di Bangka Belitung.

“Rasio kewirausahaan kita saat ini masih berada di kisaran 3,5 persen dari total angkatan kerja. Padahal, untuk menjadi negara maju, angka ideal kewirausahaan adalah minimal 4 persen dari total penduduk," katanya.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan memaparkan materi mengenai sinergi Kemenkeu dalam pemberdayaan UMKM serta peran Bea Cukai dalam mendorong ekspor produk lokal melalui fasilitas klinik ekspor. 

"Kegiatan ini tentunya menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara universitas dan pemerintah dapat menggerakkan ekonomi daerah secara lebih efektif," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026