Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat peranan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk membantu masyarakat mendapat kemudahan informasi.
"Dengan basis inklusi sosial, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, berinovasi, dan berdaya bagi masyarakat," kata Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra saat membuka kegiatan pertemuan pemangku kepentingan program Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), di Sungailiat, Selasa.
Dia optimis perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan pendekatan langsung ke masyarakat mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan di Kabupaten Bangka.
Hanya saja kata Boy Yandra, diperlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat dan berbagai lembaga terkait untuk saling mendukung program yang berkelanjutan.
"Perpustakaan berbasis sosial mendorong masyarakat lebih kreatif sehingga meningkat kualitas hidupnya," jelas dia.
Dia mengatakan, masyarakat sekarang dimudahkan untuk mendapatkan informasi dan penambahan ilmu pengetahuan karena perpustakaan sudah didirikan di wilayah desa.
Berdasarkan data dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka, tercatat 40 desa di tiga kelurahan di Kabupaten Bangka sudah memiliki perpustakaan.
"Diharapkan secara bertahap perpustakaan, semua desa dan kelurahan memiliki perpustakaan sesuai standar nasional," kata Boy Yandra.
Dengan perpustakaan di semua desa, kata dia, akan menambah literasi bagi masyarakat di desa mendapatkan penambahan literasi.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026