Saat ini untuk memenuhi konsumsi cabai rawit masyarakat, pedagang harus mendatangkan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera,Pangkalpinang (Antara Babel) - Hasil cabai rawit petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 2016 sebanyak 4.896 ton, atau masih kurang untuk memenuhi konsumsi masyarakat yang tinggi.
"Saat ini untuk memenuhi konsumsi cabai rawit masyarakat, pedagang harus mendatangkan pasokan dari Pulau Jawa dan Sumatera," kata Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Babel Ahmad Damiri di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan tingkat konsumsi cabai rawit masyarakat mencapai 17.022 ton per tahun, dengan kebutuhan konsumsi dalam setahun 12,4 kilogram per orang.
"Untuk memenuhi konsumsi masyarakat di daerah ini, kita masih mengandalkan pasokan cabai rawit 12.126 ton dari luar daerah," ujarnya.
Ia mengatakan produksi cabai merah petani lokal tahun lalu hanya 2.514 ton atau juga masih kurang untuk memenuhi konsumsi masyarakat yang mencapai 19.995 ton.
"Ketergantungan pasokan dari luar yang tinggi ini, cukup menyulitkan pemeritah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas itu di masyarakat," ujarnya.
Menurut dia saat ini harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional sudah mencapai Rp150.000 per kilogram dan cabai merah bertahan Rp60.000 per kilogram.
"Harga cabai yang tinggi ini jelas akan memberatkan ekonomi masyarakat, apalagi kondisi ekonomi daerah ini masih melesu karena harga dan hasil pertambangan serta perkebunan yang masih rendah," ujarnya.
Untuk itu, kata dia pihaknya terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan pertanian cabai ini, guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
"Pemerintah daerah akan mudah menjaga stabilitas harga cabai ini jika hasil petani lokal meningkat. Untuk itu diimbau masyarakat untuk lebih mengembangkan usaha pertanian komoditas ini," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.