Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan monitoring dan evaluasi program nasional keamanan pangan terpatu (PNKPT) di Kabupaten Bangka Selatan, Senin (24/11) di ruang Gunung Namak Sekretariat Daerah Pemkab Bangka Selatan.
Kepala BPOM Pangkalpinang Agus Riyanto mengatakan, ada tiga kegiatan yang dilaksanakan dalam program keamanan pangan terpadu yang lokusnya di wilayah Bangka Selatan.
Adapun tiga kegiatan tersebut yakni, program pangan jajan anak sekolah, desa pangan aman, dan pasar pangan aman berbasis komunitas.
"Monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana efektivitas dan dampak dari program keamanan pangan yang sudah dimulai sejak April 2025 lalu," katanya.
Ia mengatakan, dalam program nasional keamanan pangan tersebut, pihaknya telah melakukan tahapan mulai dari advokasi kelembagaan, pengawasan dan promosi kepada pihak-pihak terkait seperti sekolah, desa dan juga pasar.
Ada tujuh sekolah yang dilakukan intervensi dalam program keamanan pangan yakni satu sekolah tingkat SD, tiga sekolah tingkat SMP, dan tiga sekolah SMA. Selain itu, ada tiga desa di kecamatan Tobolai, yakni Desa Gadung, Desa Rias dan Desa gudang serta satu pasar.
"Dari seluruh tahapan yang sudah dilakukan, tujuh sekolah, tiga desa dan juga satu pasar seluruhnya berhasil mendapatkan sertifikat pangan aman," ujarnya.
Agus menjelaskan intervensi keamanan pangan penting dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan sepanjang rantai pasok sehingga dapat mewujudkan keamanan pangan aman bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun di seluruh Indonesia, namun untuk di Pulau Bangka sendiri lokus wilayahnya berbeda, dan tahun ini dilaksanakan di wilayah Bangka Selatan.
"Lokus program ini berbeda setiap tahunnya, dan untuk tahun depan ada di Bangka Tengah, namun demikian wilayah yang sudah kami intervensi akan dilakukan pengawalan di tahun berikutnya," ujarnya.
