Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membantu 1.000 warga Kota Pangkalpinang yang terdampak banjir rob, seiring meningkatnya air pasang laut di daerah itu.
"Kemarin (Minggu 7/12) ada 1.000 korban banjir rob dan akan kita bantu," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda se-Kepulauan Babel menyambut Natal dan Tahun Baru di Pangkalpinang, Senin.
Ia menyatakan dalam penanganan banjir dampak hujan lebat dan air pasang laut ini, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung telah menganggarkan dana penanganan bencana yang berasal APBD 2025.
"Dana ini sudah bisa digunakan untuk membantu korban bencana alam ini," kata Gubernur Hidayat Arsani.
Dalam meringankan beban korban banjir rob di Kota Pangkalpinang ini, lanjut dia, Pemprov Kepulauan Babel akan mendirikan posko dan dapur umum khusus korban banjir rob.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada jika terjadi hujan lebat dan pasang air laut tinggi ini," ucap Gubernur Hidayat Arsani.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Babel Budi Utama mengatakan pihaknya telah melakukan siaga bencana gabungan guna mengantisipasi potensi banjir dan angin kencang selama cuaca hujan ekstrem.
"Siaga bencana gabungan antar-instansi pemerintah daerah se-Kepulauan Babel ini sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang meminta pemerintah daerah selalu bersiaga menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026," kata Kepala BPBD Kepulauan Babel Budi Utama.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026