Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan pemantauan stok dan harga sembako sebagai Langkah menjaga stabilitas harga dan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
"Kita memperkuat pengendalian inflasi melalui pemantauan rutin dan langkah intervensi yang terukur menjelang Natal dan Tahun Baru ini," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan penguatan pemantauan stok dan Harga berbagai kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 ini sebagai tindaklanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri meminta kepala daerah menjaga stabilitas harga dan inflasi menjelang hari besar keagamaan ini.
Gubernur Babel ini menyebut Mendagri juga meminta seluruh kepala daerah dan anggota DPRD untuk menunda perjalanan ke luar negeri pada periode 5 Desember 2025 sampai dengan 15 Januari 2026, kecuali kegiatan yang bersifat sangat esensial yang pelaksanaannya merupakan arahan Presiden atau untuk keperluan pengobatan.
“Kami berkomitmen mengikuti instruksi Mendagri untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Tim pengendalian inflasi daerah akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan pasokan tetap aman,” katanya.
Plt Kepala Disperindag Kepulauan Babel Yenni Asmita menyatakan stok lima komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras dan daging di gudang distributor cukup berlimpah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat ini kondisi stok beras 7.253 ton, gula pasir 811 ton, minyak goreng 993,1 ton, daging ayam ras 436,6 ton dan telur ayam ras 75,5 ton.
"Pasokan lima komoditas ini dipasokan secara continue setiap pekannya, sehingga dipastikan stok kebutuhan pokok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru ini," katanya.
