Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat membantu penanganan para korban angin kencang yang terjadi di Desa Mislak, Jebus.

"Kami kerahkan beberapa personel bersama jajaran Polsek Jebus untuk bergabung bersama para petugas dari dinas terkait membantu menangani dampak kejadian angin kencang disertai hujan deras yang terjadi di daerah itu," kata Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso di Mentok, Kamis.

Ia mengatakan respons cepat dilakukan dengan pertama-tama menurunkan personel Bhabinkamtibmas ke lokasi segera setelah menerima laporan dari warga.

"Begitu menerima informasi, yang pertama kita tugaskan personel Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi warga, melakukan pendataan kerusakan, dan berkoordinasi dengan instansi terkait," katanya.

Personel itu tiba di lokasi dan langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, memastikan tidak ada korban jiwa, serta membantu warga yang terdampak.

Dalam kejadian tersebut, satu orang warga mengalami pingsan akibat tertimpa kayu penyangga atap rumah saat berusaha menyelamatkan diri. Petugas Kepolisian bersama warga langsung membantu mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Hasil pendataan kepolisian mencatat sebanyak lima unit rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang dan pohon tumbang. Kerusakan meliputi dapur belakang rumah yang hancur tertimpa pohon kelapa dan durian, serta atap rumah yang terbang tertiup angin kencang.

Personel Polres Bangka Barat mendampingi Tim BPBD Kabupaten Bangka Barat dan Tagana Dinas Sosial menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Para petugas di lapangan juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, pihaknya juga meminta warga segera melapor apabila terjadi keadaan darurat.

"Respons cepat ini merupakan bagian dari tugas Polri untuk hadir dan membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana alam," katanya.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026