Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat sinergitas dalam memberantas kejahatan di laut khususnya penyeludupan timah yang merugikan negara dan masyarakat di daerah itu.

"Penyelundupan timah harus diberantas, karena ini instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," kata Hidayat Arsani saat memimpin Tabur Bunga Peringatan Hari Dharma Samudera 2026 di Dermaga Pelabuhan Mantung, Belinyu, Kamis.

Ia mengatakan peringatan Hari Dharma Samudera harus menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan laut nasional, khususnya di wilayah Perairan Bangka Belitung yang kaya sumber daya alam.

"Sinergi ini penting dalam memberantas aktivitas ilegal di laut, termasuk praktik penyelundupan timah yang merugikan negara dan masyarakat," katanya.

Komandan Gugus Tempur Laut Armada Satu, Laksamana Pertama TNI Nurlan menekankan Hari Dharma Samudera bukan sekadar seremoni, melainkan sarana refleksi atas nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan TNI AL.

"Semangat juang ini harus terus dihidupkan melalui pengabdian, profesionalisme, serta sinergi antara TNI AL dan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perairan," katanya.

Upacara Tabur Bunga Peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2026 berlangsung denan khidmat yang diselenggarakan oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung ini diikuti unsur Forkopimda, pejabat TNI AL, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelum menuju lokasi upacara, seluruh rombongan terlebih dahulu berkumpul di Dermaga Pelabuhan Mantung, Belinyu, Kabupaten Bangka, kemudian berlayar menuju titik perairan tempat pelaksanaan tabur bunga sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan laut yang telah gugur demi kejayaan bangsa.



Pewarta: Aprionis
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026