Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyebutkan volume sampah di Pangkalpinang selama 2025 sebanyak 41.187 ton atau naik 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya 38.325 ton.
"Peningkatan sampah ini karena meningkatnya pertumbuhan penduduk," kata Kepala DLH Kota Pangkalpinang Bartholomeus Suharto di Pangkalpinang, Senin.
Ia menyatakan volume sampah di Kota Pangkalpinang selama 2025 mencapai 41.187 ton atau naik 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya 38.325 ton, karena meningkatnya jumlah penduduk dan kawasan perumahan, terutama di Kelurahan Kepala Tujuh, Tua Tunu Indah, Temberan dan kelurahan lainnya.
"Setiap tahun jumlah kawasan perumahan di beberapa kelurahan selalu mengalami penambahan, sehingga berdampak terhadap volume sampah yang dihasilkan masyarakat di daerah ini," katanya.
Ia mengatakan rata-rata sampah yang dihasilkan masyarakat selama 2025 sebanyak 113 ton per hari atau meningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 105 ton per hari.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengangkut sampah-sampah ini ke tempat pembuangan akhir (TPA), agar ibukota provinsi ini selalu bersih dari sampah," katanya.
Ia menambahkan dalam menangani masalah sampah ini, DLH Kota Pangkalpinang telah mengerahkan 84 unit mobil pink dan 26 truk serta puluhan kendaraan roda tiga pengangkut sampah di lingkungan masyarakat.
"Kita terus mendorong masyarakat untuk bisa mengolah sampah menjadi produk-produk bernilai ekonomi, guna mengurangi volume sampah di TPA Parit Enam Kota Pangkalpinang yang sudah over kapasitas," katanya.
